Skip to content

Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Maria Immaculata Cilacap Materi 5: Analisis Teks Kebahasaan

PERTEMUAN KE-5

Bahasa Indonesia kelas 8

Materi: Menganalisis Teks kebahasaan :

1. Bahasa Baku

2. Kalimat Langsung

3. Konjungsi bahwa

4. Konjungsi Temporal dan Kronologis

5. Keterangan Waktu

6. Kata kerja Mental

1. Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku, Dilengkapi Ciri-ciri dan Contohnya

Pengertian kata baku secara umum adalah sebuah kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang sudah ditentukan. Di Indonesia, kata baku umumnya sering digunakan untuk kalimat yang resmi, baik itu dalam suatu tulisan maupun dalam sebuah pengungkapan kata-kata .

Ciri-ciri kata baku:

Pengertian kata baku adalah kata yang digunakan dan telah sesuai dengan kaidah atau pedoman bahasa yang sudah ditentukan. Pengertian kata baku ini merupakan suata kata yang aturan dan ejaan kaidah bahasa Indonesianya sudah benar serta bersumber dari bahasa baku yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Biasanya, kata baku digunakan untuk penulisan ataupun pengungkapan kata-kata yang bersifat resmi baik dalam suatu tulisan atau dalam pengungkapan kata. Umumnya, kata baku digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan sebelumnya.

Sedangkan suatu kata dianggap tidak baku apabila kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Tidak bakunya sebuah kata tidak hanya diakibatkan oleh salah penulisan saja, melainkan juga diakibatkan oleh pengucapan yang salah dan juga karena penyusunan suatu kalimat yang tidak tepat.

Umumnya, kata tidak baku sering diucapkan atau muncul dalam percakapan sehari-hari.

Pengertian Kata Tidak Baku

Setelah memahami pengertian kata baku, selanjutnya adalah pengertian kata tidak baku. Pengertian kata tidak baku merupakan kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah atau pedoman bahasa yang telah ditentukan. Umumnya, kata tidak baku sering digunakan dalam percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur.

Ada berbagai faktor yang mengakibatkan kta-kata tidak baku bisa terucap, di antaranya:

- Yang menggunakan bahasa tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata yang dimaksud.

- Yang menggunakan bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari pemakaian suatu kata, inilah yang mengakibatkan kata tidak baku selalu muncul.

- Yang menggunakan kata bahasa sudah terpengaruh oleh orang-orang yang terbiasa dengan menggunakan kata tidak baku.

Ciri-ciri Kata Baku

- Kata baku tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah,

- Kata baku tidak dipengaruhi oleh bahasa asing,

- Pada pemakaian imbuan kata baku ini bersifat eksplisit,

- Baku adalah bahasa percakapan,

- Kata baku digunakan sesuai dengan konteks kalimat,

- Kata baku tidak terkontaminasi atau tidak rancu,

- Kata baku tidak mengandung arti pleonasme,

- Kata baku tidak mengandung hiperkorek.

Ciri-ciri Kata Tidak Baku

- Biasanya digunakan dalam bahasa sehari-hari

- Sudah dipengaruhi oleh bahasa asing atau bahasa daerah

- Sudah dipengaruhi oleh perkembangan zaman

- Bentuknya mudah berubah-ubah

- Memiliki arti yang sama meskipun terkesan berbeda dengan bahasa baku

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

Contoh Kata Baku

Contoh kata baku, misalnya seperti: aktif, pasif, apotek, efektif, nasihat, karena, foto, biosfer, bus, objek, teknik, daftar dan lain sebagainya.

Contoh kalimatnya: pada hari ini saya akan makan siang di rumah.

Contoh Kata Tidak Baku

Contoh kata tidak baku, misalnya seperti: aktip, pasip, efektip, karna, poto, bis, obyek, tekhnik, nasehat, biosfir, dan lain sebagainya. Contoh kalimatnya: saya akan makan siang di rumah hari ini.

2. KALIMAT LANGSUNG

Kalimat langsung adalah salah satu jenis kalimat yang berasal dari sebuah kutipan pernyataan atau pembicaraan seseorang secara langsung. Kalimat satu ini sering dijumpai dalam tulisan.

Kalimat tersebut dikutip atau diambil dari percakapan secara langsung. Kutipan ini kemudian disampaikan kembali sama persis, tanpa ada yang diubah sedikitpun dari sumber awalnya.

Dalam hal tersebut informasi yang diberikan merupakan asli sesuai dengan yang diperoleh dari sumber. Bahkan sampai intonasi atau nada yang digunakan biasanya juga sama dengan yang dilakukan oleh sumber informasi.

Ciri khas dari kalimat langsung ialah diawali dan diakhiri oleh tanda pentik (“…”).

Perbesar

Contoh Bacaan Kalimat Langsung. Foto: Unsplash

Ciri-ciri Kalimat Langsung

Terdapat beberapa ciri-ciri kalimat langsung yang perlu diketahui supaya tidak salah dalam penggunannya.

  • Pada kalimat langsung, kalimat pentikan ditandai dengan tanda petik.
  • Huruf pertama pada kalimat yang dipetik menggunakan huruf kapital.
  • Kalimat petikan dan kalimat pengiring dipisahkan dengan menggunakan tanda baca koma (,).
  • Kalimat langsung yang berupa dialog berurutan, harus menggunakan tanda baca titik dua (:) di depan kalimat langsung.

ADVERTISEMENT

  • Cara membaca pada kalimat kutipan intonasinya sedikit ditekan.

Pola susunan kalimat langsung adalah sebagai berikut:

  • Pengiring, “kutipan”
  • “kutipan,” pengiring
  • “kutipan,” pengiring, “kutipan”

Perbesar

Contoh Bacaan Kalimat Langsung. Foto: Unsplash

Contoh Kalimat Langsung

Berikut contoh kalimat langsung yang sering ditemukan di dalam teks bacaan.

  • Andra bertanya, Apakah besok ada ujian?”
  • Ayah berkata, “Aku harus kembali tepat waktu.”
  • “Kami sudah menetapkan 3 orang tersangka,” kata polisi.
  • Ibu menyuruh, “Bersihkan kamarmu sekarang!”
  • “Aku sangat bersyukur,” katanya, “mudah-mudahan keluarga kamu akan selalu seperti ini.”
  • “Mau kemana kalian hari ini?” tanya Rina.
  • “Tunggu!” teriak penasehat ratu, “lebih baik kita selidiki dulu masalahnya.”
  • Lalu Ratu berkata kepada pengawalnya, “Suruh kedua wanita itu menghadapku!”
  • “Apa yang harus ku lakukan?” gumam Permaisuri Kerajaan Emas Gading.
  • Dira berkata: “Kapan aku bisa pergi ke Norwegia?”

3. KONJUNGSI BAHWA

Konjungsi bahwa adalah kata sambung yg berfungsi sebagai penerang kata yg diikutinya. Konjungsi ini berkaitan dengan pengubahan bentuk kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.

Contoh:

1. Ani mengatakan bahwa dirinya sering mendapat perlakuan tak menyenangkan dari pamannya

2. Ibu mengatakan bahwa kita harus melaksanakan prokes dengan tertib.

4. KONJUNGSI TEMPORAL DAN KRONOLOGIS

onjungsi temporal adalah kata hubung yang menerangkan hubungan waktu dari dua hal atau peristiwa yang berbeda. Kata ini termasuk kata hubung yang berkaitan dengan waktu.
Kata konjungsi jenis ini berfungsi untuk menjabarkan secara kronologi dari suatu keadaan atau peristiwa
-Kronologis adalah suatu kejadian di masa lalu, atau suatu rentetan peristiwa yang terjadi di masa lalu.

Contoh

1. .konjungsi temporal sederajat
Contohnya:selanjutnya,setelahnya,lalu,kemuduan
2.Temporal tdk sederajat
Contohnya:demi,sambil,sementara,sebelum,semenjak,ketika,tatkala dll

5. KETERANGAN WAKTU

Ketika hari menjelang sore , mereka segera bergegas pulang.

6. KATA KERJA MENTAL

kerja mental karena kata kerja mental itu adalah kata kata kerja yang menunjukkan respon pada suatu tindakan.
Contohnya:
- Merasa
- Menerima
- Menikmati
- Menolak
- Dll.

Soal-soal:

1. Contoh kata baku….

a. Apotek, nasihat, praktik, objek

b. Apotik, nasihat, praktek, obyek

c. Apotek, nasehat, praktik, objek

d. Apotik, nasihat, praktek, objek

2. Ciri kata baku, kecuali…

a. Kata baku tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah.

b. Kata baku tidak dipengaruhi oleh bahasa asing.

c. Pada pemakaian imbuan kata baku ini bersifat eksplisit.

d. Kata baku dipakai untuk sehari-hari.

3. Ciri kalimat langsung, kecuali…

a. Pada kalimat langsung, kalimat pentikan ditandai dengan tanda petik.

b. Huruf pertama pada kalimat yang dipetik menggunakan huruf kapital.

c. Kalimat petikan dan kalimat pengiring dipisahkan dengan menggunakan tanda baca koma (,).

d. Kalimat langsung yang berupa dialog berurutan, harus menggunakan tanda baca koma(,) di depan kalimat langsung.

4. Contoh peenulisan kalimat langsung yang benar…

a. Adik berkata, “tugasku belum selesai.”

b. Adik berkata, “Tugasku belum selesai.”

c. adik berkata, “tugasku belum selesai.”

d. Adik berkata, “Tugasku Belum Selesai.”

5. Ani mengatakan bahwa dirinya sering mendapat perlakuan tak menyenangkan dari pamannya

Kalimat tersebut menggunakan konjungsi….

a. Waktu

b. Temporal

c. Tempat

d. bahwa

6. Kita harus berdoa sebelum makan.

Kalimat tersebut menggunakan konjungsi

a. bahwa

b. temporal

c. kronologis

d. waktu

7. Ketika cicak-cicak bernyanyi adikku tertawa

Kalimat tersebut menggunakan konjungsi

a. bahwa

b. temporal

c. kronologis

d. waktu

8. Kata kerja mental adalah kata kerja yang menunjukkan….

a. respon

b. fakta

c. pendapat

d. opini

9. Saya merasa senang karena ibuku memberi hadiah.

Kalimat tersewbut menggunakan kata kerja

a. pasif

b. mental

c. perasaan

d. intransitive

10. Yang termasuk konjungsi temporal tidak sederajat adalah…

a. sebelum

b. lalu

c. kemudian

d. selanjutnya

Kunci jawaban

1.A 2. D 3. 4.B 5.D 6. B 7. D 8. A. 9. B. 10. A