Skip to content

Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Maria Immaculata Cilacap: Materi 4 BAB II Mengungkapkan Gagasan Pesuasif Melalui Pidato

Materi dan tugas Bahasa Indonesia Pertemuan keempat kelas 9

BAB II Mengungkapkan Gagasan Pesuasif Melalui Pidato

Manusia merupakan makhluk social, manusia membutuhkan sarana untuk menyampaikan gagasan ke orang lain. Gagasan dapat disampaikan melalui pidato. Dengan berpidato, gagasan seseorang akan didengar oleh orang banyak.

A. Seluk –beluk Pidato Persuasif

Salah satu sarana manusia menyampaikan gagasannya adalah melalui pidato. Pidato memberikan informasi kepada pembacanya. Selain memberi informasi, pidato juga dapat digunakan untuk maksud lain. Salah satunya adalah untuk mengajak pendengar untuk melakukan apa yang disampaikan dalam pidato. Maksud tersebut dapat disampaikan melalui pidato persuasif.

1. Pengertian Pidato

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pidato berarti pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak. Gagasan dalam pidato diungkapkan secara lisan dihadapan pendengar. Gagasan tersebut dihadirkan sebagai suatu informasi, pernyataan, ataupun ajakan yang ditujukan kepada pendengar.

2. Jenis-Jenis Pidato

Berbagai bentuk pidato didasarkan pada maksud dan tujuan penyampaian pidato. Ada sejumlah bentuk pidato. Bentuk-bentuk pidato sebagai berikut.

a. Sambutan

Sambutan merupakan jenis pidato yang dapat disampaikan secara tertulis atau lisan. Sambutan biasa disampaikan oleh orang-orang tertentu karena jabatan atau kedudukannya. Kerangka yang biasa dikemukakan dalam sambutan sebagai berikut.

1. Pembuka (sapaan, salam, permintaan izin kepada hadirin, ucapan syukur,dan ucapan terima kasih).

2. Ungkapan perasaan (rasa senang atau hormat, ucapan selamat, dukungan moral terhadap kegiatan atau acara, makna atau hikmah dari kegiatan, dan harapan atau ajakan).

3. Penutup (permohonan maaf, ucapan terima kasih, dan salam penutup).

B. Pidato Pemerintahan

Pidato pemerintahan aalah pidato yang berasal dari pemerintah. Bentuknya berupa pengumuman, penjelasan, imbauan, dan pesan pemerintah. Pidato ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pertama, pertemuan antara pejabat dengan sebagian rakyat. Kedua, pemerintah dengan media masa. Pidato pemerintahan harus jelas, tepat dan pasti karena kesalahan dalam penjelasan akan berakibat fatal. Contoh pidato pemerintahan adalah pidato kenegaraan Presiden dan imbauan pemerintah.

C. Pidato Instansi

Pidato instansi bersifat memberi penerangan, penjelasan, dan pendidikan. Pidato ini dapat disampaikan memalui berbagai media massa. Isi pidato harus jelas, tepat, dan pasti. Contoh dari pidato instant adalah pidato instansi kesehatan yang memberikan penjelasan tentang penaggulangan masalah demam berdarah. Contoh lainnya adalah pidato dari instansi Dirjen ajak mengenai imbauan agar tertib membayar pajak.

D. Ceramah

Ceramah merupakan jenis pidato untuk menjelaskan sesuatu di hadapan pendengar. Ada juga ceramah yang diselingi sesi tanya jawab antara pendengar dengan penceramah. Masalah yang disampaikan dalam ceramah bersifat umum. Contoh ceramah, antara lain ceramah keagamaan, ceramah kesehatan, dan ceramah politik.

3. Jenis Pidato Persuasif

Pidato persuasif adalah pidato yang bertujuan mengajak, meyakinkan, atau membujuk pendengar dengan menyajikan berbagai macam argument dari sudut pandang pembicara. Pidato persuasif bersifat membujuk. Jadi, secara tidak langsung pidato persuasif mencoba memengaruhi pendengar atau audensi untuk mengikuti atau melakuakn ajakan yang disampaikan pembicara setelah mendengar argumenargumen pendukung yang disampaikan dalamp pidato tersebut.

Isi pidato persuasif sangat beragam,tergantung dari tema yang dibicarakan. Tema tema tersebut dikembangkan dengan menyusun berbagai macam argument pendukung yang dapat dijadikan acuan kuat untuk membujuk pendengar. Contoh isi pidato persuasif, antara lain pidato ajakan untuk menjaga kebersihan lingkungan desa, pidato ajakan untuk peduli terhadap sesama, dan pidato ajakan untuk menjauhi narkoba.

4. Metode Pidato Persuasif

Berdasarkan metodenya, pidato dapat dibagi menjadi empat macam. Metode dalam berpidato sebagai berikut.

a. Pidato Memoriter

Pidato memoriter merupakan metode pidato yang dilakukan secara hafalan. Pembicara menuliskan pidatonya terlebih dahulu. Kemudian, pidato tersebut dihafalkan kata sampai kalimatnya sesuai dengan catatan. Pidato jenis ini biasanya digunakan oleh orang baru belajar berpidato. Jadi, seseorang sebelum berpidato menggunakan metode hafalan hendaknya ;

1. Membuat catatan untuk isi pidato terlebih dahulu dengan sebaikbaiknya

2. Melakukan persiapan penulisan naskah dan berusaha untuk menghafalnya dengan baik

3. Berusaha menghafal dan mengingat isi pidatonya ketika tampil karena pada saat pidato tidak menggunakan atau membaca naskah atau teks.

b. Pidato Manuskrip

Pidato manuskrip merupakan metode pidato dengan membaca naskah. Seseorangyang berpidato menggunakan metode manuskrip membawa naskah. Naskah tersebut dibaca seutuhnya. Jenis pidato menggunakan metode ini sering digunakan oleh para pejabat dalam acara resmi. Dalam menggunakan jenis pidato ini, pembicara hendaknya ;

1. Mempersiapkan diri dengan baik

2.Menggunakan atau membaca naskah atau teks, serta

3.Membaca naskah atau teks tersebut dari awal sampai akhir.

c. Pidato Impromptu

Pidato impromptu disebut juga pidato dadakan. Pidato impromptu digunakan pada acara tidak resmi. Pembicara dalam pidato impromptu ditunjuk secara mendadak. Pembicara yang ditunjuk biasanya sosok yang dianggap paling tepat dalam memberikan sepatah atau dua patah kata dalam satu acara. Jadi, pembicara tidak memerlukan persiapan khusus. Pembicara dalam pidato jenis ini tidak memerlukan teks atau menghafal isi dari suatu pidato. Contoh ; pidato pada acara baik ulang tahun, syukuran, maupun hajatan tertentu.

d. Pidato Ekstemporan

Ekstemporan merupakan metode pidato dengan membawa catatan sebagai kerangka pidato. Pembicara pada pidato ekstemporan membawa catatan kecil. Catatan tersebut digunakan sebagai pengingat urutan isi yang akan disampaikan. Catatan tersebut hanya berisi garis besar dari isi pidato. Pidato jenis ini biasanya digunakan oleh pembicara yang telah mahir dalam menyampaikan pidato. Pembicara dalam menyampaikan pidato jenis ini hendaknya ;

1. Mempersiapkan diri dengan sebaik baiknya;

2. Menambah pengetahuan dengan berbagai cara, serta

3. Mempersiapkan naskah pidato untuk kemudian dioahami dengan sebaik baiknya.

SOAL BAHASA INDONESIA PERTEMUAN 4

Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar pada huruf A, B, C, dan D!

1. Kegiatan berbicara di depan orang banyak untuk menyampaikan suatu hal disebut….

A. Cerita

B. Majas

C. Pidato

D. Puisi

2. Yang tidak termasuk hal yang disampaikan saat berpidato adalah ….

A. Gagasan

B. Berita

C. Ide

D. pendapat

3. Jenis jenis pidato persuasif dibagi menjadi ….

A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

4. Pidato yang berasal dari pemerintahan untuk rakyat adalah contoh pidato ….

A. Pemerintahan

B. Sambutan

C. Instansi

D. Ceramah

5. Pidato yang bersifat memberi penerangan , penjelasan, dan pendidikan, serta dapat disampaikan melalui media massa disebut pidato….

A. Pemerintahan

B. Sambutan

C. Instansi

D. Ceramah

6. Pidato yang dilakukan dengan cara menghafal adalah ….

A. Pidato memoriter

B. Pidato manuskrip

C. Pidato impromptu

D. Pidato ekstemporan

7. Metode pidato yang digunakan di acara tidak resmi dan bersifat dadakan adalah ….

A. Pidato memoriter

B. Pidato manuskrip

C. Pidato impromptu

D. Pidato ekstemporan

8. Isi pidato harus disampaikan dengan ….

A. Jelas, tepat, dan pasti

B. Jelas, tidak berurut

C. Tidak jelas isinya

D. Secara asal asalan

9. Bentuk bentuk pidato sebagai berikut, kecuali….

A. Sambutan

B. Pidato pemerintahan

C. Pidato isntasi

D. Orasi

10. Pidato yang bertujuan untuk mengajak, meyakinkan, atau membujuk pendengar dengan meyakinkan nerbagai macam argumen dari sudut pandang pembicara disebut pidato….

A. Pidato instansi

B. Pidato pemerintahan

C. Pidato persuasif

D. Pidato memoriter

KUNCI JAWABAN

1. C 6. A

2. B 7. B

3. D 8. A

4. A 9. D

5. C 10.C