IKM Post Test Topik 3 Modul 1 (M31): Dimensi Bergotong Royong => update berubah jadi Topik 3 Modul 4

Dimensi Bergotong Royong

Video ini membahas gambaran dan harapan dari pelajar dengan dimensi bergotong royong yang tumbuh matang dalam dirinya. Materi dikemas dalam bentuk keseharian murid untuk memudahkan Ibu dan Bapak Guru memahami harapan dari dimensi ini.

Dalam video ini, kita juga akan mengenal 3 elemen kunci dari dimensi bergotong royong.

Latihan Pemahaman

Berikut yang bukan merupakan elemen dari Dimensi Bergotong Royong adalah
a. Kolaborasi
b. Berbagi
c. Kepedulian
d. Empati

REFLEKSI

Apakah pengalaman bergotong royong Ibu/Bapak yang paling berkesan? Apa peran Ibu/Bapak dalam gotong royong tersebut?

Pengalaman paling berkesan di sekolah saya ketika ada murid di sekolah kami yg tidak dapat berjalan karena sakit,sekolah menyediakan kursi roda untuk anak tersebut saat berada di sekolah.Saat murid tersebut datang atau saat harus berpindah ruang kelas,teman yg lain saling berebut membantu menyiapkan dan mendorong kursi rodanya.
Peran saya sebagai guru memberi arahan dan motovasi kepada semua murid untuk peduli terhadap teman yg membutuhkan bantuan.

 

Elemen Kolaborasi

Untuk bisa bergotong royong, pelajar Indonesia harus mampu melakukan kolaborasi. Kolaborasi adalah kemampuan kerja sama yang ditunjukkan dengan sikap positif, terampil berkoordinasi, dan pandai berkomunikasi demi mencapai tujuan bersama.

Materi ini membahas tahapan perkembangan elemen kolaborasi di setiap fase murid serta contoh-contoh pembelajaran di sekolah yang bisa guru kembangkan dan adaptasi di sekolah masing-masing.

 

Elemen kepedulian

Pelajar dengan dimensi bergotong royong juga memiliki rasa kepedulian yang mendorongnya untuk bertindak proaktif terhadap kondisi di lingkungan fisik dan sosial.

Materi ini membahas tahapan perkembangan elemen kepedulian di setiap fase murid serta contoh-contoh pembelajaran di sekolah yang bisa guru kembangkan dan adaptasi di sekolah masing-masing.

 

Elemen berbagi

Melalui kemampuan berbagi, pelajar Indonesia mampu mengupayakan untuk memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada orang-orang yang membutuhkan.

Materi ini membahas tahapan perkembangan elemen berbagi di setiap fase murid serta contoh-contoh pembelajaran di sekolah yang bisa guru kembangkan dan adaptasi di sekolah masing-masing.

 

LATIHAN PEMAHAMAN

1. Menurut alur pekermbangannya, membiasakan diri untuk berbagi ke orang sekitarnya bisa dimulai dilatih pada murid dari jenjang
a. PAUD
b. SD
c. SMP
d. SMA/K

2. Menumbuhkan elemen kepedulian berkaitan dengan kemampuan berempati murid.
a. Benar
b. Salah

3. Agar suatu kolaborasi berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan, antara anggota kelompok harus saling ….
a. Bekerja sama
b. Berkomunikasi
c. Percaya
d. Semua benar

REFLEKSI

Apa hambatan yang biasanya Ibu/Bapak temui dulu ketika sekolah saat melakukan kerja kelompok? Bagaimana menghadapinya?

Hambatannya : siswa merasa kurang percaya diri dalam mengeluarkan pendapat,cenderung pasif,menggantungkan yang lain yang dianggap lebih bisa dan mampu.
Cara menghadapi :
Sebelum kerja kelompok memberi motivasi siswa bahwa dlm kerja kelompok diperlukan peran serta (mengajukan pendapat) dari semua anghota dalam tim,kerja sama,saling menghargai dan mendukung agar tujuan dapat tercapai dh baik.

 

POST TEST

1. Agar bisa bergotong royong, murid perlu menguatkan dulu dimensi mandiri.
a. Benar, karena berhubungan
b. Salah, bisa berjalan masing-masing

2. Berikut ini adalah elemen dari dimensi gotong royong, kecuali:
a. Elemen kolaborasi
b. Elemen kepedulian
c. Elemen berbagi
d. Elemen kerja sama

3. Dalam konteks elemen kepedulian, murid perlu memiliki persepsi sosial yang berarti…
a. Mengenal orang di sekitar
b. Memahami mengapa orang lain bereaksi dan melakukan tindakan tertentu
c. Memberi nasihat pada orang yang membutuhkan
d. Mempertimbangkan pendapat orang lain

4. Bu Nila mendukung murid menguatkan elemen kolaborasi di kelas. Hal yang dilakukan Bu Nila adalah sebagai berikut, kecuali:
a. Mendorong murid membagi pekerjaan kelompok sesuai minat
b. Mendorong murid membagi pekerjaan kelompok sesuai kemampuan
c. Menghargai semua ucapan murid dengan tidak mematahkan pendapat murid tanpa argumen logis
d. Mendorong murid memahami reaksi teman sekelompoknya

5. Pak Sukri adalah guru biologi di SMA Muara 3. SMA Muara 3 hanya memiliki 5 mikroskop untuk digunakan 20 murid. Memanfaatkan keadaan ini, Pak Sukri bisa menguatkan dimensi gotong royong dengan cara:
a. Membagi kelas ke dalam 4 kelompok, 1 kelompok menggunakan mikroskop, 3 lainnya berkegiatan lain
b. Membagi murid ke dalam beberapa kelompok, lalu memberi 1 mikroskop ke tiap kelompok
c. Menggunakan alarm untuk mengatur waktu penggunaan mikroskop tiap-tiap murid
d. Menggilir penggunaan mikroskop sesuai daftar hadir.

 

Luar biasa! Pemahaman Anda sangat baik
Modul ini telah berhasil Anda selesaikan dengan baik dalam waktu singkat!

Selanjutnya, mari pelajari modul pelatihan yang lain untuk terus meningkatkan kompetensi Anda.