IKM Post Test Topik 5 Modul 2 (-M62-): Menyiapkan Asesmen SMP – SMA/SMK

Asesmen Diagnostik

Asesmen Diagnostik

Asesmen diagnosis adalah salah satu bentuk asesmen formatif yang bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan awal dan kebutuhan belajar murid. Hasilnya dapat digunakan guru sebagai rujukan dalam merencanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid.

Video ini akan menjelaskan bagaimana tahapan penyusunan sebuah asesmen diagnostik, pelaksanaan, serta menindaklanjuti hasilnya. Dengan begitu, Ibu dan Bapak Guru dapat belajar untuk menerapkannya di kelas nanti.

Asesmen Diagnostik (PJOK)

Setiap murid memiliki kebutuhan, kemampuan, latar belakang, pengalaman, sampai tingkat kematangan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dibutuhkan asesmen diagnostik untuk memetakan murid berdasarkan kemampuan dan kebutuhannya. Video ini akan membantu Ibu dan Bapak Guru melakukan asesmen diagnostik di SD dengan contoh pelajaran PJOK.

Contoh Rubrik Penilaian (PJOK)

LATIHAN PEMAHAMAN

Waktu yang tepat untuk melaksanakan asesmen diagnostik adalah …
a. Di awal tahun ajaran baru
b. Di awal materi semester baru
c. Di awal materi baru
d. Semua benar

REFLEKSI

Ibu dan Bapak Guru, pernahkah “gagal” membuat murid memahami pelajaran tertentu? Bagaimana ceritanya? Kira-kira, apa pelajaran yang bisa diambil dari kejadian tersebut?

Pernah,ketika saya selesai menyampaikan materi pembelajaran dan mengadakan aswsmen (tes tertulis).Dan sebagian besar murid mendapat murid kurang maksimal.
Pelajaran yg saya ambil:
Metode dan intrumen asesmen yang saya gunakan tidak sesuai dengan kebutuhan murid dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Menyiapkan Instrumen Asesmen

Membuat Lembar Amatan Bahasa Indonesia

Lembar amatan adalah salah satu instrumen dalam teknik asesmen observasi. Instrumen ini bisa memberikan informasi objektif mengenai kompetensi murid dengan cara yang sederhana. Video ini akan membahas cara menyusun lembar amatan disertai contoh praktik agar Ibu dan Bapak Guru dapat mencoba menerapkannya di kelas sebagai salah satu bentuk asesmen formatif.

Contoh Lembar Amatan

Membuat Rubrik Penilaian Informatika

Rubrik adalah salah satu instrumen asesmen untuk mengukur ketercapaian pembelajaran. Rubrik perlu memuat beberapa bagian agar dapat dimanfaatkan secara optimal baik untuk guru dan murid. Video ini akan membahas cara menyusun rubrik dengan menggunakan contoh mata pelajaran Informatika di SMA. Dengan begitu Ibu dan Bapak Guru dapat mencoba membuat rubrik sendiri atau memodifikasi rubrik yang sudah ada sesuai dengan kebutuhan.

Contoh Rubrik Penilaian

LATIHAN PEMAHAMAN

Berikut yang bukan bagian esensial dalam tabel rubrik adalah
a. Skala interval
b. Deskripsi tugas
c. Aspek pengukuran
d. Rencana tindak lanjut

Lembar amatan berfungsi untuk mengamati keterampilan yang juga dapat diukur melalui penugasan atau tes
a. benar
b. salah

REFLEKSI

Ketika sedang belajar bersama murid di kelas, hal apa yang membuat Ibu dan Bapak Guru tersenyum?

Yg membuat saya tersenyum ketika saya mengadakan pengamatan sikap murid dalam diskusi kelompok.Di antara mereka ada yg antusias,ada malas-malasan dan ada yg mengajukan pertanyaan di luar konteks.Di sini saya tdk hanya menilai sikap dan karakter murid dalam.pembelajaran saja.Saya sadar (tersemyum) bahwa hal ini berguna bagi saya untuk instropeksi bahwa pemilihan metode dan instrumen pembelajaran kurang tepat.

POST TEST

Soal 1 dari 9
Asesmen diagnostik bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, dan kelemahan murid
a. Benar
b. Salah

Soal 2 dari 9
Ingatlah kembali cerita Pak Doni dengan asesmen diagnostiknya. Misalnya, ada kelompok murid yang tergolong mahir, tindakan apakah yang bisa Pak Doni lakukan untuk murid-murid tersebut?
A. Memberikan modifikasi tugas sesuai kebutuhan
B. Memberikan modifikasi latihan sesuai kebutuhan
C. Memberikan modifikasi panduan sesuai kebutuhan
D. Memberikan tantangan lebih atau kegiatan pengayaan yang sesuai
E. Guru dan murid memiliki kesempatan untuk berkembang bersama dan saling mengeskplorasi

Soal 3 dari 9
Perhatikan beberapa tahapan penyusunan asesmen diagnostik berikut.

1. Melaksanakan asesmen dan mengolah hasilnya.
2. Menganalisis rapor murid tahun sebelumnya.
3. Mengidentifikasi kompetensi yang akan diajarkan.
4. Menggunakan data hasil asesmen untuk merencanakan pembelajaran yang lebih bermakna dan tepat sasaran.
5. Menyusun instrumen asesmen untuk mengukur kompetensi peserta didik.
6. Menggali informasi tentang murid, seperti latar belakang keluarga, motivasi, minat, serta ketersediaan sarana dan prasarana.
Urutan manakah yang sesuai dalam menyusun sebuah asesmen diagnostik?
A. 2-1-3-5-6-4
B. 2-3-6-1-5-4
C. 2-3-5-6-1-4
D. 3-1-5-2-6-4
E. 3-1-5-6-2-4

Soal 4 dari 9
Mengidentifikasi kemampuan prasyarat yang perlu dimiliki siswa adalah langkah pertama dalam merancang asesmen diagnostik.
A. Benar
B. Salah

Soal 5 dari 9
Perhatikan hasil asesmen diagnostik guru PJOK untuk praktik gaya bebas, ditentukan ada beberapa level yang akan menjadi indikator tercapainya tujuan pembelajaran, yaitu:
Level 1: Pengenalan air dan masuk kolam renang.
Level 2: Kontrol nafas, mengapung, dan posisi badan yang stabil.
Level 3: Dorongan lengan, istirahat lengan, dan gerakan tungkai.
Level 4: Mengkoordinasikan gerakan lengan dan tungkai serta pengambilan nafas.
Level 5: Jarak tempuh yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan murid.
Kategori yang sesuai ketika siswa sudah mampu mencapai level 3 dan proses pembelajaran di level 4 adalah
A. Mahir
B. Cakap
C. Layak
D. Berkembang

Soal 6 dari 9
Ingatlah kembali hasil asesmen diagnostik guru PJOK terkait praktik renang dengan gaya bebas. Untuk siswa dengan tipe 1 (masih takut air), tujuan pembelajaran yang kurang sesuai adalah
A. Mempraktikkan kontrol nafas
B. Melakukan gerakan tungkai
C. Mengapung di dalam air
D. Posisi badan yang stabil
E. Masuk kolam renang tanpa takut

Soal 7 dari 9
Hasil observasi guru terhadap murid yang berisi aneka indikator yang harus dikuasai murid dinamakan
A. Catatan anekdotal
B. Foto berseri
C. Lembar amatan
D. Hasil karya
E. Ceklis

Soal 8 dari 9
Perhatikan pernyataan berikut.
1. Membuat catatan yang berisi keterampilan spesifik yang perlu dikembangkan.
2. Menentukan indikator turunan dari tujuan pembelajaran.
3. Membuat pemetaan berdasarkan tingkat penguasaan murid.
Tahapan dalam menyusun lembar amatan adalah
A. 1-2-3
B. 1-3-2
C. 2-3-1
D. 2-1-3
E. 3-1-2

Soal 9 dari 9
Perhatikan pernyataan berikut.
1. Menyajikan informasi yang nyata dan terkini mengenai kondisi murid.
2. Pemetaan kemampuan yang sudah dibuat tidak dapat guru gunakan untuk tujuan pembelajaran yang berbeda.
3. Dapat membantu guru untuk menyusun laporan perkembangan murid yang lebih bermakna.
4. Pemetaan kemampuan yang sudah dibuat dapat guru gunakan untuk tujuan pembelajaran yang berbeda.
Keuntungan menggunakan lembar amatan adalah
A. 1,2 dan 3
B. 2,3 dan 4
C. 1,2 dan 4
D. 1,3 dan 4

Luar biasa! Pemahaman Anda sangat baik
Modul ini telah berhasil Anda selesaikan dengan baik dalam waktu singkat!

Selanjutnya, mari pelajari modul pelatihan yang lain untuk terus meningkatkan kompetensi Anda.

HAL YANG BARU DIPAHAMI

Asesmen diagnosis adalah salah satu bentuk asesmen formatif yang bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan awal dan kebutuhan belajar murid. Hasilnya dapat digunakan guru sebagai rujukan dalam merencanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid. Instrumen asesmen : Lembar amatan adalah salah satu instrumen dalam teknik asesmen observasi. Rubrik adalah salah satu instrumen asesmen untuk mengukur ketercapaian pembelajaran. Guru diberi keleluasaan menyusun instrumen asesmen sesuai dg karakteristik,kompetensi dan tujuan asesmen.

HAL YANG BELUM DIPAHAMI

Bagaimana cara menyusun rubrik yg tepat yg digunakan dalam asesmen untuk mengukur ketercapaian pembelajaran yg sesuai dengan kebutuhan murid.