Skip to content

PPKN Kelas 7 PTS Semester Ganjil: Materi 1. Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara

A. Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

B. 1. Pembentukan BPUPKI

Amati gambar 1.2, tentang persidangan resmi BPUPKI dengan teliti. Selanjutnya, buatlah pertanyaan dari hasil pengamatan kalian. Pertanyaan tersebut berkenaan dengan BPUPKI, khususnya berkaitan dengan hal-hal berikut : kapan dibentuk, siapa yang membentuk, bagaimana suasana pembentukan, berapa jumlah anggota, bagaimana susunan organisasi, apa tugas BPUPKI, kapan melaksanakan persidangan, dan siapa saja tokoh pendiri Negara yang menyampaikan pidatonya dalam sidang tersebut. Buatlah pertanyaan tersebut dengan lengkap dan baik, kemudian kumpulkan pada guru kalian.

Coba pertanyaan kalian tersebut dicari jawabannya dalam uraian berikut ini.

Bangsa Indonesia mengalami sejarah yang panjang dalam melawan penjajah. Kita pernah mengalami penderitaan ketika dijajah oleh Belanda. Sejarah juga mencatat, kekalahan Belanda oleh Jepang dalam perang Asia Timur Raya menyebabkan bangsa Indonesia dijajah oleh Jepang. Ibarat pepatah ”lepas dari mulut harimau masuk ke mulut buaya”, tepat kiranya untuk menggambarkan bagaimana kondisi penderitaan bangsa kita saat itu. Penderitaan akibat pelaksanaan kebijakan tentara Jepang terhadap bangsa Indonesia, yaitu sebagai berikut.

a. Pelaksanaan kerja paksa. Hal ini menyebabkan banyak laki-laki Indonesia dikirim hingga ke Burma (Myanmar) untuk melakukan pekerjaan pembangunan dan pekerjaan berat lainnya dalam kondisi yang buruk. Ribuan orang Indonesia meninggal dan hilang pada saat kejadian itu berlangsung.

b. Pengambilan paksa. Saat itu, tentara Jepang mengambil makanan, pakaian dan berbagai keperluan hidup lainnya secara paksa dari keluargakeluarga di Indonesia, tanpa memberikan ganti rugi.

c. Perbudakan paksa. Perempuan-perempuan Indonesia banyak dipekerjakan secara paksa oleh tentara Jepang. Selain itu, banyak menahan dan memperlakukan warga sipil di kamp-kamp tahanan dalam kondisi sangat buruk (Ruswandi Hermawan dan Sukanda Permana, 2009 :61 dengan pengubahan).

Jepang mulai menguasai wilayah Indonesia setelah Belanda menyerah di Kalijati, Subang, Jawa Barat pada tanggal 8 Maret 1942. Kedatangan Jepang semula disangka baik oleh bangsa Indonesia. Banyak semboyan dikumandangkan oleh Jepang seperti ”Jepang Pelindung Asia, Jepang Pemimpin Asia, dan Jepang Cahaya Asia” untuk menarik simpati bangsa kita. Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa Jepang tidak berbeda dengan Belanda, yaitu meneruskan penjajahan atas bangsa Indonesia.

Kemenangan Jepang di Asia tidak bertahan lama, pihak Sekutu (Inggris, Amerika Serikat, Belanda) melakukan serangan balasan. Satu persatu daerah yang dikuasai Jepang, kembali ke tangan Sekutu. Melihat hal itu, pada peringatan Pembangunan Djawa Baroe tanggal 1 Maret 1945, Jepang mengumumkan pembentukan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI) untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan.

Janji Jepang membentuk BPUPKI direalisasikan, pada tanggal 29 April 1945 bersamaan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Secara resmi BPUPKI dilantik oleh Jepang, dengan anggota berjumlah enam puluh dua (62) orang yang terdiri atas tokoh-tokoh bangsa Indonesia dan tujuh (7) orang anggota perwakilan dari Jepang. Ketua BPUPKI adalah dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat, dengan dua wakil ketua, yaitu Ichibangase Yosio (Jepang) dan R.P Soeroso. Setelah mengatahui hal itu, carilah dari berbagai sumber tentang tokoh-tokoh BPUPKI dan tempelkanlah di dinding kelas, agar kalian selalu mengingat jasa-jasa para pendiri negara.

BPUPKI mengadakan sidang sebanyak dua kali sidang resmi dan satu kali sidang tidak resmi. Sidang resmi pertama dilaksanakan tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945, membahas tentang dasar negara. Sidang kedua berlangsung tanggal 10 sampai dengan

17 Juli 1945 dengan membahas rancangan Undang-Undang Dasar.

Pada pelaksanaan sidang tidak resmi hanya dihadiri oleh tiga puluh delapan (38) orang kegiatan ini berlangsung di masa reses antara sidang pertama dan sidang kedua, tujuannya untuk membahas rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang dipimpin oleh anggota BPUPKI Ir. Soekarno. Sidang BPUPKI dilaksanakan di gedung ”Chuo Sangi In”, dan kini gedung itu dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila.

Sejak berkuasa di Indonesia, Jepang dengan segala cara menguras kekayaan dan tenaga rakyat Indonesia. Hal itu, menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan bagi rakyat. Namun, penderitaan tersebut tidak menyurutkan semangat pejuang kita untuk meraih kemerdekaan. Berbagai upaya dilakukan bangsa Indonesia dengan menyusun barisan dan bersatu padu mewujudkan kemerdekaan yang dicita-citakan.

Pertanyaan penguatan materi

Jawablah pertayaan di bawah ini dengan benar

1. Perhatikan pernyataan di bawah ini !

(1) Pelaksanaan kerja paksa

(2) Pengambilan paksa

(3) Perbudakan paksa

(4) Kerja Rodi

(5) Perampasan paksa

Dari pernyataan diatas yang merupakan penderitaan akibat pelaksanaan kebijakan tentara Jepang terhadap bangsa Indonesia, pada nomor ...

a. 1, 2, dan 3

b. 1, 2 dan 4

c. 1, 3, dan 5

d. 2, 3 dan 5

2. Jepang mengumumkan pembentukan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI) untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan pada tanggal ....

a. 1 Juni 1945

b. 29 Mei 1945

c. 30 Maret 1945

d. 1 Maret 1945

3. Jepang mulai menguasai wilayah Indonesia setelah Belanda menyerah pada tanggal 8 Maret 1942 di ....

a. Cirebon, Jawa Barat

b. Kalijati, Subang, Jawa Barat

c. Surabaya Jawa Timur

d. Semarang Jawa tengah

4. Perhatikan pernyataan di bawah ini !

(1) Jepang Pelindung Asia

(2) Jepang Pemimpin Asia

(3) Jepang Pelopor Asia

(4) Jepang Pembaharu Asia

(5) Jepang Cahaya Asia

Dari pernyataan diatas yang menjadi semboyan Jepang pada waktu kedatangannya di Indonesia ditunjukkan pada nomor ...

a. 1, 2, dan 3

b. 2, 3 dan 5

c. 1, 2 dan 5

d. 1, 3 dan 4

5. Janji Jepang membentuk BPUPKI direalisasikan, pada tanggal 29 April 1945 bersamaan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Secara resmi BPUPKI dilantik oleh Jepang, dengan anggota berjumlah enam puluh dua (62) orang yang terdiri atas tokoh-tokoh bangsa Indonesia dan ...

a. tujuh (7) orang anggota perwakilan dari Jepang

b. tujuh (6) orang anggota perwakilan dari Jepang

c. tujuh (5) orang anggota perwakilan dari Jepang

d. tujuh (4) orang anggota perwakilan dari Jepang

6. Yang menjadi ketua Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI) untuk menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan, yaitu ...

a. Ichibangase Yosio (Jepang)

b. R.P Soeroso (Indonesia)

c. dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat (Indonesia)

d. Ir. Soekarno (Indonesia)

7. Kemenangan Jepang di Asia tidak bertahan lama, pihak Sekutu melakukan serangan balasan. Satu persatu daerah yang dikuasai Jepang, kembali ke tangan Sekutu. Yang termasuk kelompok Sekutu yaitu ...

a. Italia, Amerika, Inggris

b. Amerika, Inggris, Belanda

c. Jerman, Amerika, Belanda

d. Italia, Jerman, Belanda

8. BPUPKI mengadakan sidang sebanyak dua kali sidang resmi dan satu kali sidang tidak resmi. Sidang resmi pertama dilaksanakan tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945, membahas tentang ...

a. Rancangan Undang-undang Dasar

b. Tujuan Negara

c. Dasar Negara

d. Dasar Kemerdekaan Indonesia

9. Sidang kedua berlangsung tanggal 10 sampai dengan 17 Juli 1945 dengan membahas ...

a. Rancangan Undang-undang Dasar

b. Tujuan Negara

c. Dasar Negara

d. Dasar Kemerdekaan Indonesia

10. Pada pelaksanaan sidang tidak resmi hanya dihadiri oleh tiga puluh delapan (38) orang kegiatan ini berlangsung di masa reses antara sidang pertama dan sidang kedua, tujuannya untuk membahas rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang dipimpin oleh anggota BPUPKI Ir. Soekarno. Sidang BPUPKI dilaksanakan di gedung ”Chuo Sangi In”, dan kini gedung itu dikenal dengan sebutan ...

a. Gedung Juang

b. Gedung Proklamasi

c. Gedung Merdeka

d. Gedung Pancasila.

Kuci jawaban

1. A

2. D

3. B

4. C

5. A

6. C

7. B

8. C

9. A

10. D